Kerja kantoran, sambil buka usaha, rekrut karyawan, sukses, lalu berhenti kerja. Demikianlah drama jualan para EO seminar bisnis Indonesia 15 tahun terakhir. Seminar yang dibandrol jutaan rupiah ini tak ayal bisa meninabobokan peserta. Tak ada kata bangkrut, tak kenal administrasi risiko. Yang ada sukses. Kalaupun gagal, itu yaitu sukses yang berganti wajah. Demikian iming-imingnya.
Seminar wirausaha, seminar buka usaha laris sebelum buka, seminar kepepet bisnis, seminar kaya tanpa gila, dll. Embel-embel yang bombastis jualan para EO seminar tersebut.
Sungguh harum bunga-bunga kesuksesan ditiupkan ke relung hati peserta. Banyak yang terbuai dan melangkah tanpa peta. Akhirnya di ujung cerita, laksana pilkada, yang sukses tinggallah tim sukses. Bila di wirausaha, yang sukses tinggallah EO dan pembicaranya, juga segelintir penerima yang tak kenal menyerah.
Satu persatu rekan-rekan yang bermodal menggoreng rekening kolaps. Dia lupa bahwa bisnis bukanlah nilai di buku tabungan, tapi cash flow yang kasatmata di laci toko. Bukannya bisnis yang mutar, malah kepala berputar 7 keliling. Pusiiing!
Tidak terlalu sulit untuk tahu kisah di atas. Simak beranda FB dan pandang sekitar anda, banyak pelaku usaha bernasib serupa.
Dan, saya menulis topik ini tentu bukan untuk menertawakan kisah di atas, tapi lebih untuk berempati alasannya yaitu pernah mengalami hal demikian. Makara goresan pena orisinil ini dibuat langsung, mengalir, tanpa perlu googling sana-sini.
Saran saya bagi pemuda, berbisnislah sedini mungkin, alasannya yaitu ketika gagal, tidak banyak efeknya. Anak belum ada, dapur masih numpang ortu, tidak ada uring-uringan istri, dll. Bila masih kerja, maka tetaplah bekerja. Sungguh, memutuskan berbisnis alasannya yaitu di-PHK itu pilihan yang sulit. Maka, mudahkanlah jalan berbisnis itu dengan membuka usaha sampingan.
Mulai dengan Ilmu
Tak ada yang bisa memberi terang jalan anda selain ilmu. Carilah ilmu bisnis sebanyak-banyaknya. Selain lewat seminar-seminar di atas, juga silaturahmi sebanyak-sebanyaknya dengan pelaku usaha.
Anda ingin membuka warung soto, sering-sering silaturahmi dengan pengusaha kuliner. Atau ikut komunitas bisnis. Sembari mencar ilmu ngulik bisnis kuliner, jangan terpengaruhi denganrumput bisnis tetangga. Belum mulai aja sudah melenceng, maka finish semakin menjauh.
Pencarian ilmu ini tidak akan pernah berhenti. Ada kalanya bisnis anda mentok, saturated atau mulai tumbuhnya banyak kompetitor. Inovasi menjadi kata kunci, berbenahlah. Cari ilmu perihal ini. Saat anda berada di zona nyaman, biasanya ketika 5 tahun berbisnis, maka di titik itulah diharapkan inovasi. Keluar dari zona nyaman yang satu menuju zona nyaman lainnya, dengan inovasi tanpa henti.
Mulai dari passion anda
Atas nama passion, Bill Gates pernah tiga hari tiga malam tidak keluar kamar, tekun di depan komputer menyicil mimpi-mimpinya.
Atas nama passion, Ronaldo kerap pulang latihan paling simpulan dan berlatih sendiri demi menyempurnakan skil sepakbolanya.
Ada seorang yang kesulitan mencar ilmu di sekolah, ketika bekerja hanya menjadi pegawai rendahan di suatu kantor paten. Namun ketika menemukan passion-nya, ia menjadi fisikawan terbesar di dunia. Dia, Albert Einstein.
Kerjakan apa yang anda cintai, atau paling tidak, cintai apa yang anda kerjakan. Untuk hal ini, saya pernah mencoba satu persatu bisnis dari es krim, warkop, toko bayi, dll. Semuanya tutup dengan lancar. Akhirnya yang bertahan paling simpulan yaitu yang sesuai passion saya: IT, Penerbitan dan Properti. Semuanya bertahan alasannya yaitu disatukan oleh satu passion: Online. Ya, semuanya bisa dikerjakan lewat laptop dengan saluran internet mumpuni.
Bagi anda yang belum sempat membacanya bisa disimak di sini:
- Yuk, Mulai Berbisnis Properti dari Tanah Kavling
- PASS dan Keajaiban Bisnis Online
Setelah buka bisnis, untung. Buat sistem lalu duplikasi. Dan, andapun siap membuka cabang atau menyampaikan kerjasama bisnis dengan investor. Semoga berujung franchise kolam Baba Rafi, Mas Mono, KFC, dll.
Bahkan ada kisah unik, Pecel Lele Lela justru membuka cabang kedua, ketika bisnis pertamanya rugi. Ya, dengan penuh percaya diri, Rangga membuka cabang kedua alasannya yaitu ia yakin kesalahan bukan pada bisnisnya tapi murni alasannya yaitu lokasi. Terbukti, setelah itu cabang ke 2, 3, 4, ... dibuka dengan mulusnya.
Bimbang menyapa: resign atau hidup di dua alam, pengusaha dan karyawan.
Bila anda menilai bisnis telah on the track, anda tidak bisa membagi waktu dan ingin total membesarkan usaha: Berhentilah! Bila anda merasa, dengan tetap menjadi pegawai anda bisa mengelola bisnis, maka tetaplah menjadi pegawai yang berbisnis. Dengan konsekuensi, bisnis anda berjalan ibarat biasa, tidak mengecil atau lambat membesar.
Namun kata kunci dari semua itu: Ayo mulai buka usaha!
Seminar wirausaha, seminar buka usaha laris sebelum buka, seminar kepepet bisnis, seminar kaya tanpa gila, dll. Embel-embel yang bombastis jualan para EO seminar tersebut.
Sungguh harum bunga-bunga kesuksesan ditiupkan ke relung hati peserta. Banyak yang terbuai dan melangkah tanpa peta. Akhirnya di ujung cerita, laksana pilkada, yang sukses tinggallah tim sukses. Bila di wirausaha, yang sukses tinggallah EO dan pembicaranya, juga segelintir penerima yang tak kenal menyerah.
Satu persatu rekan-rekan yang bermodal menggoreng rekening kolaps. Dia lupa bahwa bisnis bukanlah nilai di buku tabungan, tapi cash flow yang kasatmata di laci toko. Bukannya bisnis yang mutar, malah kepala berputar 7 keliling. Pusiiing!
Tidak terlalu sulit untuk tahu kisah di atas. Simak beranda FB dan pandang sekitar anda, banyak pelaku usaha bernasib serupa.
Dan, saya menulis topik ini tentu bukan untuk menertawakan kisah di atas, tapi lebih untuk berempati alasannya yaitu pernah mengalami hal demikian. Makara goresan pena orisinil ini dibuat langsung, mengalir, tanpa perlu googling sana-sini.
Saran saya bagi pemuda, berbisnislah sedini mungkin, alasannya yaitu ketika gagal, tidak banyak efeknya. Anak belum ada, dapur masih numpang ortu, tidak ada uring-uringan istri, dll. Bila masih kerja, maka tetaplah bekerja. Sungguh, memutuskan berbisnis alasannya yaitu di-PHK itu pilihan yang sulit. Maka, mudahkanlah jalan berbisnis itu dengan membuka usaha sampingan.
Berdasarkan hal tersebut, saya ingin membuatkan kisah cara buka usaha. Adapun cara memulai usaha sebelum resign sebagai berikut:
- Mulai dengan Ilmu
- Mulai dari passion anda
- Mulai Buka Bisnis, Membesar, siap Ekspansi
- Mulai Resign atau tidak
Mulai dengan Ilmu
Tak ada yang bisa memberi terang jalan anda selain ilmu. Carilah ilmu bisnis sebanyak-banyaknya. Selain lewat seminar-seminar di atas, juga silaturahmi sebanyak-sebanyaknya dengan pelaku usaha.
Anda ingin membuka warung soto, sering-sering silaturahmi dengan pengusaha kuliner. Atau ikut komunitas bisnis. Sembari mencar ilmu ngulik bisnis kuliner, jangan terpengaruhi dengan
Pencarian ilmu ini tidak akan pernah berhenti. Ada kalanya bisnis anda mentok, saturated atau mulai tumbuhnya banyak kompetitor. Inovasi menjadi kata kunci, berbenahlah. Cari ilmu perihal ini. Saat anda berada di zona nyaman, biasanya ketika 5 tahun berbisnis, maka di titik itulah diharapkan inovasi. Keluar dari zona nyaman yang satu menuju zona nyaman lainnya, dengan inovasi tanpa henti.
Mulai dari passion anda
Atas nama passion, Bill Gates pernah tiga hari tiga malam tidak keluar kamar, tekun di depan komputer menyicil mimpi-mimpinya.
Atas nama passion, Ronaldo kerap pulang latihan paling simpulan dan berlatih sendiri demi menyempurnakan skil sepakbolanya.
Ada seorang yang kesulitan mencar ilmu di sekolah, ketika bekerja hanya menjadi pegawai rendahan di suatu kantor paten. Namun ketika menemukan passion-nya, ia menjadi fisikawan terbesar di dunia. Dia, Albert Einstein.
Dan, banyak lagi teladan lain perihal passion para orang top di dunia.Energi akan muncul dari dalam, ketika anda mencintai apa yang anda lakukan. (Keith Black, jago bedah syaraf)
Kerjakan apa yang anda cintai, atau paling tidak, cintai apa yang anda kerjakan. Untuk hal ini, saya pernah mencoba satu persatu bisnis dari es krim, warkop, toko bayi, dll. Semuanya tutup dengan lancar. Akhirnya yang bertahan paling simpulan yaitu yang sesuai passion saya: IT, Penerbitan dan Properti. Semuanya bertahan alasannya yaitu disatukan oleh satu passion: Online. Ya, semuanya bisa dikerjakan lewat laptop dengan saluran internet mumpuni.
Bagi anda yang belum sempat membacanya bisa disimak di sini:
- Yuk, Mulai Berbisnis Properti dari Tanah Kavling
- PASS dan Keajaiban Bisnis Online
Mulai Buka Bisnis, Besarkan, Lalu Ekspansi
Setelah ilmu ada dan bisnis yang ingin dibuka jelas. Bukalah! Sambil buka mencar ilmu lagi di dunia nyata. Keuangan, marketing, dll. Tak ada kenal kata berhenti belajar.Setelah buka bisnis, untung. Buat sistem lalu duplikasi. Dan, andapun siap membuka cabang atau menyampaikan kerjasama bisnis dengan investor. Semoga berujung franchise kolam Baba Rafi, Mas Mono, KFC, dll.
Bahkan ada kisah unik, Pecel Lele Lela justru membuka cabang kedua, ketika bisnis pertamanya rugi. Ya, dengan penuh percaya diri, Rangga membuka cabang kedua alasannya yaitu ia yakin kesalahan bukan pada bisnisnya tapi murni alasannya yaitu lokasi. Terbukti, setelah itu cabang ke 2, 3, 4, ... dibuka dengan mulusnya.
Mulai Resign atau tidak
Setelah bisnis membesar, persimpangan jalan membentang: resign atau tetap kerja sambil usaha. Pilihan di tangan anda.Bimbang menyapa: resign atau hidup di dua alam, pengusaha dan karyawan.
Bila anda menilai bisnis telah on the track, anda tidak bisa membagi waktu dan ingin total membesarkan usaha: Berhentilah! Bila anda merasa, dengan tetap menjadi pegawai anda bisa mengelola bisnis, maka tetaplah menjadi pegawai yang berbisnis. Dengan konsekuensi, bisnis anda berjalan ibarat biasa, tidak mengecil atau lambat membesar.
Namun kata kunci dari semua itu: Ayo mulai buka usaha!
Tag :
Bisnis,
Buka Usaha
0 Komentar untuk "Usaha Kita Cara Memulai Buka Usaha Sampingan Sebelum Resign"