"Jika televisi ialah babysitter, Internet ialah pustakawan yang tidak pernah tutup mulut." (Dorothy Gambrell)
Ini pertama kali aku menonton Indonesian Idol (kembali) sendirian—tanpa istri. Meski aku tak terlalu mengikuti kontes-kontes menyerupai ini, tapi aku tahu siapa pemenang tiap edisinya. #setia
Menarik jika mencermati kontes Idol-idol-an di TV ini. Tiap TV mempunyai program idol unggulan sendiri. Tidak hanya menyanyi, semua bakat mampu di-idol-kan: da’wah, melawak, stand up, dll. Dan menyerupai kontes-kontes instan lainnya, naik instan turunnya juga instan. Tercatat tak lebih dari hitungan jari tangan, pemenang idol yang bertahan di industri TV. SMS memang tidak mampu membeli persistensi dan konsistensi.
Jangan lupakan Akademi Fantasi Indosiar yang berhasil membawa dramatisasi kontestasi ini demikian menggigit. Namun karena miskin kreativitas dan cenderung monoton tanpa kejutan, AFI kesannya tertinggal menyerupai koper keramatnya. Nah, Indonesian Idol agak beda di sini. Tak ada tangisan dan dramatisasi berlebihan. Suara akseptor tetap menjadi jualan utama.
Seperti biasanya, aku lebih menunggu komentatornya daripada penyanyinya sendiri. Terlebih sang idol jadul: Ahmad Dhani, tik-tak komentarnya dengan Anang kadang mengejutkan. Tapi di beberapa adegan terakhir, aku tidak melihatnya. Mungkin, mungkin ya, Dhani tidak ingin menjegal langkah Anang ke Senayan dengan celotehan pedasnya.
Karena menulis ini di ujung acara, aku tidak terlalu hafal lagi urutan kontestan Indonesian Idol yang tampil: Virzha, Dewi Puspita, Gio, Husein Ubay, Sarah, Miranti Yassovi, Nowela, Ryan, Windy Yunita, Yuka, atau Yunita Nursetia. Tapi yang jelas, Ryan tereliminasi malam di penghujung Februari ini. Anda mampu mengenang penampilan "Kenangan Terindah" terakhirnya di sini.
Update: Dewi dan Miranti tereliminasi di Indonesian Idol jum'at ini. Dhani tidak menyaksikan sampai akhir, sakit menjadi sebabnya.
Sungguh, ajang kontestasi menyerupai ini mengajarkan demokrasi (semu) via SMS. Anda tak perlu berkualitas, tapi jika anda berhasil menggerakkan power of SMS, anda menang. Dan, popularitas instan ini biasanya berakhir instan.
Tag :
Indonesian Idol,
Musik

0 Komentar untuk "Usaha Kita Indonesian Idol, Kontes Instan yang Bertahan Lama"