Tak ada yg aneh jikalau ada display produk, gres atau bekas, di TokoBagus.com. Setiap hari, perjam, permenit, ada saja postingan barang dagangan di sana. Perhari ribuan jumlahnya. Pengalaman saya, ketika berniat menjual cepat stok PC seken yang menumpuk di toko komputer, sembari menunggu toko online langsam, Tokobagus.com menjadi salah satu prioritas. Alhamdulillah, dalam hitungan hari jualan aku sold out.
Bagaimana jikalau yang dijual yaitu manusia, tepatnya bayi? Nah, ini gres unik, aneh dan nekat tentunya.
Melalui status di Facebook seorang kawan, aku mengetahui kasus tersebut. Tak menunggu lama, aku segera mengontak admin Tokobagus.com untuk memverifikasi iklan tersebut.
Agak sulit memahami mengapa Tokobagus.com mampu kecolongan dengan lolosnya iklan jualan 2 bayi mungil tersebut. Padahal, sebelum iklan mampu tampil, admin akan menyortir dulu kelayakannya. Meski tidak over njelimet.
"Kami Tribun Pontianak, iklan iseng ini bermula dari niatan mengerjai sahabat yang berulang tahun. Maka diunggahlah iklan bayi tersebut, yang naasnya, Tokobagus.com sedang kena virus final tahun: admin cuti berjamaah. Loloslah si iklan nyeleneh. Niat main-main dan berujung kasus yang bukan main. Tanpa mereka sadar jikalau perdagangan insan sedang menjadi berita seksi kini.
Dan kasus pun berlanjut...
Saya sendiri agak ngeri melihat produk perundang-undangan di Indonesia, UU ITE khususnya. Apakah setiap pelanggaran harus dipidanakan dengan konsekuensi kurungan? Ironi kiranya jikalau semua bentuk punishment hanyalah berupa penjara. Tidak kreatif sekali bangsa ini. Apakah tidak mampu dengan bentuk hukuman yang lain: kerja sosial, tahanan kota, beasiswa latih di pelosok, usul maaf di sosial media, dll. Belum lagi jikalau membahas efektifitasnya, jauh panggang dari api. Penjara malah menjadikan para penjahat bahwasanya naik kelas—karena banyak ‘mentor’ di dalam sana. Cukuplah kita 'bermain main' dengan memenjarakan orang. Tak semua orang yang bersalah butuh penjara untuk mengakibatkan efek (pen)jera. Walah, malah membahas penjara.
Anda tentu sudah mampu menebak final dari goresan pena ini. Tokobagus (dan pemasang iklan) selayaknya meminta maaf atas kecerobohan ini. Tidak lebih. Dan jikalau perdagangan bayi ini merupakan fenomena gunung es, pihak kepolisian harus segera bertindak. Anggaplah kasus ini sebagai peringatan bagi pegawanegeri semoga benar-benar menindak kasus yang sungguh riil. Bukan yang main-main. Dan bagi pemasang iklan lainnya, semoga makin semangat jualannya, alasannya yaitu traffic tokobagus.com tentu lagi bagus-bagusnya. Blessing in disguise. Wallahu a’lam.
Tag :
Toko komputer,
Tokobagus.com


0 Komentar untuk "Usaha Kita Tokobagus.com: Bila Toko Online 'Menjual' Bayi Bagus"