Dulu bermimpi pun tidak, bisa melihat goresan pena kita hadir setiap ketika sesuka kita dan dibaca ribuan orang. Dulu bermimpi pun tidak, kala melihat wajah kita bisa muncul setiap detik, semau kita dan ditonton ribuan mata. Kini, nyatanya iya. Youtube jawabnya. Lewat keduanya, kita seolah memiliki koran dan TV sekaligus. Menjadi pemilik sekaligus karyawan di blog dan channel kita sendiri.
Bukan suatu kebetulan jikalau kedua layanan itu kepunyaan Google. Ini sekali lagi menerangkan ketajaman intuisi bisnis Sergey Brin-Page. Ibarat Midas, segala yang dipegang mereka menjadi emas, meski tak semuanya ’24 karat’. Ada juga yang kolaps, bahkan sebelum kita mengenal dan menggunakannya, ibarat Google Friend Connect, Knol, Google Health, Google Buzz, Bookmarks Lists, dan Google Gears.
Anda harus gagal berkali-kali untuk satu kali sukses. (Sergey Brin)
'Mati seribu, tumbuh satu' itulah peribahasa yang sempurna menggambarkan taktik bisnis Google. Senada dengan pendirinya, bagi Google sendiri, meski mati ‘seribu’, harus ada ‘satu’ layanannya yang berjaya. Youtube, kini menjadi salah satu pendulang pundi-pundi bagi Google. Sebagai bukti, Google merilis bahwa dalam setahun ini saja, iklan yang diintegrasikan di YouTube berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 44,6 triliun. Sudah berkali lipat dari nilai Rp14,7 triliun ketika diakuisisi pada tahun 2006 silam.
Bila Google mencicipi ranumnya profit dari Youtube, kita pun bisa. Entah disengaja atau tidak, banyak seleb dadakan yang lahir dari Youtube. Ada yang tetap dadakan, ada yang keterusan. Sebut saja Sinta-Jojo, Norman Kamaru, Udin sedunia, dan yang lagi fenomenal, Ayu Ting Ting.
Tentu anda tidak harus bisa bernyanyi untuk bisa eksis ibarat mereka. Ada seribu satu cara untuk bisa mewarnai ranah maya: Membuat video tutorial, membuat testimoni, menunjukkan produk, dokumentasi wisata, atau malah kegiatan sehari-hari anda dan keluarga. Ya, acara keseharian yang kita anggap biasa malah bisa jadi luar biasa bagi orang lain.
Tanpa berniat tenar, seorang ayah meng-upload tingkah lucu kedua anaknya. Sebuah peristiwa yang bisa jadi tidak berarti apa-apa jikalau ia tidak segera merekamnya. Rekaman iseng itu secara menakjubkan telah memikat lebih dari 400 juta orang semenjak tahun 2007. Adakah tayangan TV yang bisa menarik penonton sebesar itu? Alhasil, alasannya ialah mendatangkan traffic yang fantastis, YouTube menyampaikan imbal sebesar Rp 1,4 miliar kepada Howard Davies-Carr, pengunggah video ini.
Yang menarik ialah bahwa anda bisa juga ibarat mereka. Tidak ada diam-diam kesuksesan di baliknya kecuali segeralah beraksi konkret. Temukan ide kreatif, orisinal dan unik, lalu upload ke Youtube. Banyak software yang memudahkan anda untuk memvisualisasikan kegiatan anda. Windows Movie Maker dan Camtasia, salah duanya. Banyak tutorial bertebaran di internet. Googling saja.
Nah, sudah saatnya kita beranjak dari obyek menjadi pelaku di internet melalui Youtube. Sekarang atau segalanya sudah terlambat!
Tag :
Ide Kreatif,
Youtube

0 Komentar untuk "Usaha Kita Fenomena Youtube; Kala Ide Kreatif bertemu Aksi Konkret"