Usaha Kita Meretas Jalan di Perbatasan


Pada ketika di dalam bis menuju Malaysia, anda tidak perlu melihat keluar jendela untuk mengetahui posisi anda. Cukup merasakan, apakah tidur anda makin nikmat. Bila ya, berarti anda sudah tiba di Malaysia. Bila terus terjaga, artinya, anda masih di Indonesia.

Demikian dongeng legendaris yang menawarkan “bumi dan langit” pembangunan di tapal batas Indonesia-Malaysia, tepatnya di Entikong, Kalimantan Barat.

Cerita ya hanya tinggal cerita, bila kita menjadikannya sobat tawa di warung kopi. Setelah lepas tawa, dongeng tadi kehilangan jejak.

Dahlan Iskan pernah berujar, ada tiga faktor yang harus dibenahi untuk memacu pertumbuhan ekonomi bangsa: reduksi korupsi, reformasi birokrasi, ditambah apa lagi kalau bukan peningkatan infrastruktur. Pernyataan ini tentu tidak hendak menyindir daerah Perbatasan, meski demikian kenyataannya.

Seorang sobat secara iseng menghitung ada dua puluhan titik kerusakan jalan antara Entikong dan Sanggau. Ini dilakukan pada awal Februari kemarin, dalam perjalanan road show Border Blogger Movement.

Dengan panjang jalan yang “minimalis”, belum lagi terjadinya kerusakan di sana sini. Terasa lengkap ketertinggalan Borneo dibanding daerah lainnya di Indonesia, apalagi dibanding Malaysia. Jauuuh...



Infrastruktur, terutama jalan, sekian lama menjadi PR bagi pulau Borneo, terutama Kalimantan Barat. Berkaca dari Pontianak-Kapuas Hulu; Pontianak-Ketapang; Pontianak-Sambas, nyaris tidak terlihat mengularnya jalan yang menjadi saluran perekonomian. Politik anggaran perlu dikoreksi untuk beranda terdepan negeri ini. Kucuran anggaran perlu ditingkatkan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah ini.

Meski mampu berdalih, bahwa persentase pembangunan jalan berbanding lurus dengan jumlah penduduk. Dalih sebaliknya tentu mampu juga dipakai bahwa luas wilayah mampu menjadi penguat alasan besar anggaran untuk infrastruktur. Bukankah bila gula sudah ditebar, maka semut akan berduyun datang menetap. Dan, Cina sudah membuktikannya!
0 Komentar untuk "Usaha Kita Meretas Jalan di Perbatasan"

Back To Top