Wirausaha, sebuah kata yang amat populer pasca krisis. Berbagai seminar, pelatihan, workshop dihelat. Peminatnya berjubel. Laris. Tokoh-tokoh pengusaha menyerupai Purdie Chandra, Bill Gates, Ciputra, Donald Trump, Bob Sadino menjadi ikon sukses. Semua orang berlomba memasukinya.
Namun, berharap hasil manisnya, tanpa berminat pahit prosesnya tentu keliru. Atau malah menilai begitu mudahnya mereka kaya, tanpa coba melihat jatuh berdiri perjuangan mereka akan menghasilkan kesimpulan yang fatal salahnya. Dan yang paling miris, menilai kerja keras mereka alasannya koneksi, korupsi atau manipulasi! Lahdalah. Sudahlah, cukup wacana. Bila ingin menyerupai mereka, mudah, jadilah menyerupai mereka: pengusaha!
Anda pernah mendengar dongeng telur Columbus? Kalo belum, saya akan menuliskannya. Kalo sudah, ya, saya pun tetap menuliskannya. :) Sekedar gelitikan kecil untuk anda, (calon) pengusaha.
Setelah penemuan benua Amerika yang fenomenal itu, Columbus menjadi terkenal dan sangat dibanggakan oleh seluruh rakyat.
Konon, pada suatu malam, Columbus mengadakan jamuan makan. Saat itulah kesempatan bagi Columbus untuk membuatkan kisah kesuksesannya menemukan benua baru. Mayoritas tamu ajakan terpukau dengan perjuangannya, namun ada juga yang mencibir. Menjawab ejekan, Columbus ringan berkata, ”Baiklah, mari kita buktikan siapa yang lebih baik. Saya menantang Anda untuk membuat telur-telur rebus ini berdiri diatas meja. Siapa yang sanggup mendirikannya maka saya akan mengakuinya lebih baik dari saya.”
Sang penantang mengiyakan dan mencobanya. Beberapa kali percobaan. Mereka gagal.
Kini giliran Columbus melaksanakan percobaan mendirikan telur-telur tesebut di atas meja. Tangan kanan Columbus memegang telur rebus dengan posisi berdiri, sedangkan tangan lainnya menekan telur tersebut sampai remuk dan memipih. Prak. Telur tersebut kesannya dapat berdiri di atas meja.
Melihat apa yang dilakukan Columbus, mereka dengan sinis berkata lantang, ”Ah, jika begitu saja sih, kami juga bisa.”
Columbus tersenyum hening dan berkata, ”Oh, jika demikian halnya, mengapa kau tidak melakukannya?”
Saya coba simpulkan, seringkali kita merasa semua kesuksesan yang didapat seseorang itu lebih berhak dan pantas kita dapatkan. Namun pertanyaannya, mengapa kita tidak melaksanakan hal serupa lebih dahulu? Itu saja.
Ayo berwirausaha!
RAYA300511

0 Komentar untuk "Usaha Kita Telur Wirausaha di Tangan Columbus"