Kesuksesan yaitu kemampuan untuk bangun dari suatu kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan antusiasme. (Winston Churchill)
Panas. Demikianlah suhu otakku setiap menonton tayangan halalan thayyiban: Kick Andy. Ada yang halal, tentu ada yang haram. Demikianlah saya mengklasifikasikan tayangan yang beredar di media massa kita. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah antusiasme. Tentang Kick Andy. Episode malam ini memang salah satu yang saya tunggu. Tak lain alasannya yaitu tema yang diangkatnya tak jauh dengan duniaku: entrepreneurship. Selain halal, tayangan Kick Andy juga bergizi tinggi. Cocok bagi yang terserang penyakit: banyak wangsit bisnis, banyak mimpi, takut bangun dan beraksi. :)
Panasnya otakku tentu memiliki alasan. Ya, panas untuk segera membesarkan otak kanan. Membesarkan bisnis, membesarkan manfaat dari bisnis. PASS, bisnis yang dirintis dengan modal kepepet, alhamdulillah sudah memasuki tahun ketiga. Dengan 6 orang di dalamnya. Dari warnet, kini sedikit demi sedikit berubah menjadi menjadi toko komputer yang kelak juga melayani segala yang berbau digital. Amin.
Ada empat entrepreneur beromset milyaran yang diangkat: Rangga Umara, Saptuari, Dewanto dan Rosihan. Semuanya dari komunitas Tangan di atas. Dan yang menarik, sisi yang ditendang Andy yaitu tidak adanya korelasi pendidikan mereka dengan kesuksesan usahanya selama ini. (Bagi yang terlewat melihat sepak terjang mereka, tonton siaran ulangnya setiap Minggu sore atau klik link pada nama-nama mereka).
Indonesia butuh lebih banyak lagi tayangan halal model Kick Andy. Karena saya percaya, kalau kita ingin melihat suatu bangsa, lihatlah medianya. Dan tentu, kita tidak ingin kebencian, kriminalitas, konflik begitu mudahnya membanjiri tayangan tv kita. Bila mereka mendewakan rating, maka kita bisa berbuat demi rating itu: matikan TV!
Nah, supaya tayangan halal yang ada di TV-TV bisa membanjir dan menggurita. Karena, menghilangkan sirup di dalam gelas tidaklah mesti dengan membuangnya, tapi perbanyaklah air putih terus-menerus, lagi dan lagi sampai jadinya sirup tumpah... dan punah.
*untuk kesungguhan dan keakraban, ku mengubah 'saya' menjadi 'aku'*

0 Komentar untuk "Usaha Kita Tendangan Andy Noya untuk (calon) Pengusaha"