Bagi anda yang gres mengenal Google mungkin bertanya: apa maksud Google repot-repot menghelat pameran yang membidik Usaha Kecil Menengah (UKM)?
Harus. Mendesak bahkan. Sebagaimana ada bisnis properti di balik legitnya burger McDonalds, Google juga demikian. Selama ini, para pengusaha online-lah yang membesarkannya melalui adwords-nya. Ada bisnis periklanan di balik layanan mesin pencarinya.
Google menyampaikan search engine yang terpercaya dan susah ditaklukkan sampai ketika ini. Selanjutnya, apapun produk yang dikeluarkannya mendapat apresiasi dari khalayak, tak terkecuali layanan iklan berbayarnya: adwords.
Iklan berbayar dan pengusaha UKM, dua sisi yang tidak mampu lepas pada dunia bisnis online ketika ini. Google tanggap dan take action membuka kantornya di Indonesia.
Kembali ke acara. Pembicaranya benar-benar biang di bidangnya. Merekalah yang memudahkan saya mengambil keputusan untuk hadir di sana—jauh-jauh dari Pontianak. Ada ‘trio macan’ di sana: Hermawan Kartajaya, Bob Sadino dan Mario Teguh.
Sebagai media partner lokal, majalah Marketeers cukup sempurna memilih ketiganya. Mereka mumpuni dan memiliki ceruk pasar tersendiri.
Hermawan tampil pertama pertama dan menggebrak. Optimisme menjalar di balik paparannya. Dia bercerita bahwa demikian banyaknya analisa pengamat yang menyatakan bahwa macan ekonomi berikutnya ialah Indonesia. Goodbye China, Hello Indonesia!
Hermawan juga mengingatkan bahwa pengusaha UKM jangan berlagak menyerupai korporat, terutama dalam beriklan. Tentu cost-nya besar dan berdarah-darah jikalau head to head dengan korporat. “Untuk itulah bidik pasar online, bentuk komunitas. Low budget high impact,” ingatnya.
Pembicara kedua, Bob Sadino. Om Bob, panggilannya. Bila anda bergelut di dunia wirausaha tentu tak abnormal dengan nama ini. Om Bob menyebut dirinya, pengusaha yang goblok namun susah miskin. Dalam paparannya, dia mengubah mindset bahwa jangan mau usaha kecil melulu (UKM) tapi jadilah UBB: Usaha Bakal Besar. Berpikirlah besar, dia mengingatkan.
Om Bob berpesan, yang diharapkan pengusaha itu bukan modal bahan melulu (tangible), tapi tekad yang kuat, keberanian, tidak cengeng dan bungkus semua modal intangible itu dengan bersyukur. Kena banget paparannya. Menohok dan Menghunjam.
Setelah diselingi dengan pengenalan Bisnis Lokal go Online dari Google, program dilanjutkan dengan pemateri super lainnya: Mario Teguh.
Mario Teguh membuka pikiran pelaku usaha untuk segera menampakkan diri. Berani tampil. Dia mencontohkan dirinya. Setelah tampil di sebuah stasiun TV, kini honornya ketika tampil di sebuah program sama dengan lima tahun gajinya ketika menjadi ajun manajer di sebuah bank papan atas. “tapi khusus untuk UKM, saya ingatkan administrasi untuk memberi diskon khusus,” guraunya.
Demikianlah sharing saya ketika mengikuti pameran UKM di selesai Maret kemarin. Acara dipungkasi dengan quote Hermawan Kartajaya yang dahsyat: Saya banyak mencar ilmu dari nabi Muhammad. Muhammad yaitu nabi yang pedagang. Tapi ingat, jadilah pedagang menyerupai beliau, yang al-amin. Terpercaya!
Super Luar Biasa!
Harus. Mendesak bahkan. Sebagaimana ada bisnis properti di balik legitnya burger McDonalds, Google juga demikian. Selama ini, para pengusaha online-lah yang membesarkannya melalui adwords-nya. Ada bisnis periklanan di balik layanan mesin pencarinya.
Google menyampaikan search engine yang terpercaya dan susah ditaklukkan sampai ketika ini. Selanjutnya, apapun produk yang dikeluarkannya mendapat apresiasi dari khalayak, tak terkecuali layanan iklan berbayarnya: adwords.
Iklan berbayar dan pengusaha UKM, dua sisi yang tidak mampu lepas pada dunia bisnis online ketika ini. Google tanggap dan take action membuka kantornya di Indonesia.
Kembali ke acara. Pembicaranya benar-benar biang di bidangnya. Merekalah yang memudahkan saya mengambil keputusan untuk hadir di sana—jauh-jauh dari Pontianak. Ada ‘trio macan’ di sana: Hermawan Kartajaya, Bob Sadino dan Mario Teguh.
Sebagai media partner lokal, majalah Marketeers cukup sempurna memilih ketiganya. Mereka mumpuni dan memiliki ceruk pasar tersendiri.
Hermawan tampil pertama pertama dan menggebrak. Optimisme menjalar di balik paparannya. Dia bercerita bahwa demikian banyaknya analisa pengamat yang menyatakan bahwa macan ekonomi berikutnya ialah Indonesia. Goodbye China, Hello Indonesia!
Hermawan juga mengingatkan bahwa pengusaha UKM jangan berlagak menyerupai korporat, terutama dalam beriklan. Tentu cost-nya besar dan berdarah-darah jikalau head to head dengan korporat. “Untuk itulah bidik pasar online, bentuk komunitas. Low budget high impact,” ingatnya.
Pembicara kedua, Bob Sadino. Om Bob, panggilannya. Bila anda bergelut di dunia wirausaha tentu tak abnormal dengan nama ini. Om Bob menyebut dirinya, pengusaha yang goblok namun susah miskin. Dalam paparannya, dia mengubah mindset bahwa jangan mau usaha kecil melulu (UKM) tapi jadilah UBB: Usaha Bakal Besar. Berpikirlah besar, dia mengingatkan.
Om Bob berpesan, yang diharapkan pengusaha itu bukan modal bahan melulu (tangible), tapi tekad yang kuat, keberanian, tidak cengeng dan bungkus semua modal intangible itu dengan bersyukur. Kena banget paparannya. Menohok dan Menghunjam.
Setelah diselingi dengan pengenalan Bisnis Lokal go Online dari Google, program dilanjutkan dengan pemateri super lainnya: Mario Teguh.
Mario Teguh membuka pikiran pelaku usaha untuk segera menampakkan diri. Berani tampil. Dia mencontohkan dirinya. Setelah tampil di sebuah stasiun TV, kini honornya ketika tampil di sebuah program sama dengan lima tahun gajinya ketika menjadi ajun manajer di sebuah bank papan atas. “tapi khusus untuk UKM, saya ingatkan administrasi untuk memberi diskon khusus,” guraunya.
Demikianlah sharing saya ketika mengikuti pameran UKM di selesai Maret kemarin. Acara dipungkasi dengan quote Hermawan Kartajaya yang dahsyat: Saya banyak mencar ilmu dari nabi Muhammad. Muhammad yaitu nabi yang pedagang. Tapi ingat, jadilah pedagang menyerupai beliau, yang al-amin. Terpercaya!
Super Luar Biasa!

0 Komentar untuk "Usaha Kita Ada ‘Trio Macan’ di Festival UKM-nya Google"