Usaha Kita Dahlan Iskan-Jokowi; Kisah Pengusaha yang Diuji Kekuasaan

dahlan iskan

Update: Tulisan lama yang belum 'selesai'. Dahlan Iskan kembali ke habitatnya: menulis keabadian. Jokowi mendaki takdirnya: Presiden Indonesia. Kita tunggu episode berikutnya...

Anda tentu pernah mendengar dongeng legendaris Robin Hood? Ksatria senang memberi yang membagi-bagikan hartanya kepada wong cilik—meski sebagian hasil curian. Dia mencuri harta hasil jarahan dari hartawan. Dia kolam penjahat bagi para perompak, tapi di ujung sana, pahlawan bagi masyarakat banyak.

Tentu apapun versinya, bagaimanapun jalan ceritanya. Kisah heroik seseorang dalam memenangkan hati rakyat pastilah menyentuh hati.  

Tak terkecuali Jokowi dan Dahlan Iskan kini.

Bila Robin Hood berderma ‘menunggangi’ kantong orang kaya. Tidak menggunakan kocek sendiri. Dahlan Iskan dan Joko Widodo menyempurnakan cara Robin Hood. Mereka tidak menggunakan cara-cara Robin Hood untuk mendapatkan pundi-pundi. Sebagai pengusaha, mereka rela merogoh kocek sendiri demi menyebarkan kepada yang lebih berhak.

Sebagai pengusaha, mereka cukup sukses melewati fase entrepreneurship. Mereka memulai usaha nyaris tanpa campur tangan penguasa. Merintis kerajaan bisnis media massa dan furniture dari nol. Sukses yang digapai mereka tentu tak lepas dari cucuran keringat dan derai air mata. Secara berseloroh bisa dikatakan mereka telah lulus sebagai pengusaha.

Kini mereka tengah diuji oleh kekuasaan.

Alih-alih menumpuk harta, tengoklah Jokowi yang tak pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai Walikota Solo. Semuanya disumbangkan. Dahlan Iskan lebih gila, sudah gaji tidak diambil, rapat-rapat dikurangi, kendaraan beroda empat dinas tidak dipakai, malah acapkali keluar uang langsung untuk membiayai segala terobosannya. Tercatat, beliau pernah menjanjikan kendaraan beroda empat bagi pegawai BUMN yang bisa menelurkan inspirasi terbaik.

Masih banyak lagi gebrakan mereka yang tentu tercatat oleh ‘malaikat maya’: Google. Sekecil apapun itu...

Namun mereka insan juga, sama ibarat kita. Pasti tersentuh khilaf dan alpa. Karena aku percaya, kesempurnaan penciptaan insan itu justru pada ketidaksempurnaannya. Setiap kekaguman terhadap seseorang, aku selalu berusaha menyisakan ruang untuk mendapatkan kekurangannya. Sebagai obat untuk rasa kecewa.

Gebrakan masif Dahlan Iskan membuahkan interpelasi dari DPR. Dan keterlibatan Jokowi di Kiat Esmeka berujung ketidaksukaan sebagian kalangan yang merasa telah membesarkan Esemka. Demikianlah, pasti ada angin yang akan menguji kekokohan sebuah pohon.

Di Indonesia, aku yakin sangat banyak sosok ibarat mereka namun luput dari liputan media. Karena media terlanjur jatuh cinta kepada adagium: bad news is good news. Kitalah—para blogger melek informasi—yang berpeluang mengoreksinya.

Bila Jokowi telah selangkah memantapkan hatinya untuk mengabdi sebagai gubernur DKI Jakarta. Dahlan Iskan tampaknya tinggal menghitung hari untuk mengikuti jejak Jokowi—bersiap menggapai RI 1.

Mereka akan menjadi figur pengusaha yang diuji kekuasaan. Berhasilkah mereka melewati ujian kekuasaan, ibarat yang didengungkan Lincoln, “Hampir semua pria bisa bertahan menghadapi KESUSAHAN. Namun, kalau Anda ingin menguji aksara sejati pria, beri beliau KEKUASAAN.” Atau malah sebagai Robin Hood?

Mari sama-sama kita tunggu episode berikutnya...

image: Tempo.co
0 Komentar untuk "Usaha Kita Dahlan Iskan-Jokowi; Kisah Pengusaha yang Diuji Kekuasaan"

Back To Top