Usaha Kita Keep it Simple Stupid, Ser!

kiss, keep it simple selalu
Toga Mas, toko buku dengan ide marketing yang simpel.

Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan logika sehat. (Thomas Stanley)

Tulisan ini sebagai refleksi beberapa hari yang lalu, dilema rumit ternyata diselesaikan dengan sederhana oleh orang yang tidak terduga. Nah, saya selalu terinspirasi dongeng ini untuk menggambarkan KISS (Keep it Simple, Stupid). Kisah yang menggambarkan mahalnya harga sebuah kerumitan.

Alkisah, sebuah perusahaan sabun multinasional mendapatkan komplain, berkali-kali, adanya kotak sabun yang kosong. Tidak ingin kasusnya membesar, petinggi perusahaan memerintahkan teknisinya bekerja keras mencari solusi. Lahirlah perangkat sinar x yang diawasi beberapa teknisi— demi memastikan tak ada lagi kotak sabun yang kosong. Mahal dan terlalu rumit; silakan lanjut...

Di perusahaan sabun lain, tentu dengan skala yang tidak lebih besar, kasus serupa juga terjadi. Tak perlu waktu lama adegan quality control mencari solusi. Entah sebab berlatar anak kos yang kerap kepanasan, ia menemukan solusi sederhana yang bersahabat dengan keseharian: kipas angin. Aha, kipas angin! Sebuah kipas angin besar diarahkan ke adegan pengepakan. Kotak sabun kosong melayang memisahkan diri. Joss! Simpel.

Demikianlah dalam hidup dan bisnis, kadang dilema yang kita anggap ‘besar’ hanyalah sebuah hal kecil bagi sebagian orang. Tak ada dilema gres di muka bumi ini. Apa yang kita hadapi, sudah dilewati pendahulu kita—hanya kemasan dan dosisnya yang berbeda. Dan, mereka membesar bersama masalah. Meski tak sedikit yang mengalah.

Selalu berpikir sederhana dan jernih tak jarang membuahkan jalan yang matang. Bila pun masih mentok, maka berdoalah, “Wahai masalah, saya punya Tuhan yang lebih besar dari kamu. Dari apa pun!”

Titik.
0 Komentar untuk "Usaha Kita Keep it Simple Stupid, Ser!"

Back To Top